KPU BEA DAN CUKAI TIPE A TANJUNG PRIOK

#Beacukaipriok Tanggap Corona

2020-03-17 09:51:25 | Administrator

Membahas Virus Corona tidak pernah ada habisnya. Mulai dari fakta yang disertai data, update terkini mengenai korban terjangkit, hingga hoax yang seperti biasa laku keras di jagad raya media sosial. Virus Corona, yang berada pada viral family yang sama dengan virus SARS nyatanya tidak hanya menjadi wabah secara literal, namun juga memicu wabah kepanikan secara massal.

Belakangan ini kasus-kasus yang terjadi seakan lebih banyak berpihak pada pembuktian bahwa kontak antar manusia lebih berpotensi menjadi penyebab penyebaran virus dari pada kontak antar hewan dan manusia. Hal ini memicu kepanikan lebih lagi, mengetahui bahwa kita dapat dengan mudah melepaskan kontak fisik dengan hewan, namun tidak dengan manusia.

Kepanikan tidak selalu berkonotasi negatif. Jika diolah dengan penuh kesadaran, kepanikan merupakan sirine awal bagi kita agar selalu waspada dan melakukan tindakan pencegahan sebaik mungkin. Seperti yang diputuskan dalam Rapat Koordinasi Eksternal di Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok, tindakan antisipasi dilakukan dengan mengharuskan setiap kapal yang berlayar langsung dari Tiongkok terlebih dahulu berlabuh di Zona Karantina untuk dilakukan pemeriksaan fisik secara ketat.

Dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 10 Tahun 2020, pemerintah juga secara tegas mengatur larangan sementara impor binatang hidup dari Republik Rakyat Tiongkok. Berkaitan dengan segmen kepabeanan, selain langkah antisipasi, pemerintah juga mengambil langkah relaksasi. Pasalnya, penyerahan Surat Keterangan Asal (SKA) Form E sebagai syarat pemanfaatan tarif preferensi ASEAN-China FTA mengalami kendala. Oleh karena itu, untuk mempertahankan laju arus barang asal Cina, Bea dan Cukai bersama dengan Kementerian/Lembaga terkait memberikan diskresi mengenai pemberian relaksasi penyerahan lembar asli SKA Form E berupa penyerahan copy/scan SKA Form E sebagai pengganti sementara lembar asli.

Kabar baik ini diberlakukan terhitung untuk SKA yang diterbitkan mulai 30 Januari 2020. Selanjutnya, lembar asli SKA Form E wajib diserahkan kepada Kantor Bea Cukai tempat melakukan importasi dalam jangka waktu 90 hari kalender sejak mendapatkan nomor pendaftaran dokumen impor.

Rubrik yang juga tidak boleh terlewatkan adalah pemeriksaan barang. Salah satu langkah konkret yang dapat dilakukan adalah penggunaan masker dan hand sanitizer bagi pemeriksa barang. Dengan ini, pelayanan kepabeanan diharapkan tetap dapat berjalan dengan lancar..

Berita terbaru

APKB Kunjungi Bea Cukai Tanjung Priok

2020-01-22 18:01:14 | Administrator

Ada yang tahu apa itu Joint Programme?

2020-01-24 17:54:05 | Administrator

Tinjau Limbah B3, Komisi DPR RI Sampaikan ini

2020-01-23 17:49:31 | Administrator

Eselon I Kementerian Keuangan